Senin, 07 November 2016

Tugas 2: Pengertian Job Description dan Job Specification (Lanjutan)

C. Manajer Audit
1. Job Description
a.    Mengambil keputusan yang berkaitan dengan investasi
b.    Mengambil keputusan yang berkaitan dengan pembelanjaan
c.    Mengambil keputusan yang berkaitan dengan deviden
d.   Merencanakan, mengatur dan mengontrol perencaaan, laporan dan pembiayaan perusahaan
e.    Merencanakan, mengatur dan mengontrol arus kas perusahaan
f.     Merencanakan, mengatur dan mengontrol anggaran perusahaan
g. Merencanakan, mengatur dan mengontrol pengembangan sistem dan prosedur keuangan perusahaan
h.    Merencanakan, mengatur dan mengontrol analisis keuangan
i.      Merencanakan, mengatur dan mengontrol untuk memaksimalkan nilai perusahaan

2. Job Specification
a.    Berjiwa pemimpin
b.    Dapat berkomunikasi dengan baik
c.    Memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dan
d.   Mengetahui dan memahami ilmu keuangan dan akuntansi serta implementasinya
e.    Memahami dunia keuangan, pendanaan dan investasi
f.     Mengetahui hukum dan kebijakan umum yang berkaitan dengan ekonomi
g.    Dapat dipercaya dan menjaga rahasia perusahaan
h.    Memiliki integritas
i.     Dapat objektif dalam bekerja, bersikap adil, tidak memihak, jujur dan tidak berprasangka
j.      Memiliki kompetensi dan profesional dalam bekerja

Tugas 2: Pengertian Job Description dan Job Specification (Lanjutan)

B. Direksi Strategi Bisnis
1. Job Description
a.       Membuat, merumuskan, menyusun, menetapkan konsep dan rencana umum perusahaan, mengarahkan dan memberikan kebijakan/keputusan atas segala rancang bangun dan implementasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi ke arah pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.
b.      Mengarahkan karyawan untuk meningkatkan seluruh sumber daya yang ada secara optimal bagi kepentingan perusahaan
c.       Memberikan kemampuan profesional secara optimal bagi kepentingan perusahaan
d.      Menyusun, mengatur, menganalisis, mengimplementasi dan mengevaluasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi secara bertanggungjawab bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan
e.       Melakukan pengawasan dan pengendalian atas seluruh kinerja manajemen pemasaran, penjualan dan promosi bagi kepentingan perusahaan
f.       Menciptakan suasana tenang, damai dan enerjik terhadap seluruh aktivitas perusahaan
g.      Mengarahkan seluruh karyawan untuk bekerja secara profesional, efisien dan efektif
h.      Merealisasikan dan melaksanakan rencana-rencana serta prosedur-prosedur yang diterapkan melalui pendelegasian wewenang pada departemen pemasaran, penjualan dan promosi, yang berada di bawah tanggungjawabnya
i.        Membuat laporan kegiatan kepada Direktur Utama setiap 1 (satu) bulan sekali sebagai pertanggungjawaban seluruh aktivitas manajemen pemasaran, penjualan dan promosi.
j.        Mengadakan pengawasan terhadap seluruh kinerja departemen pemasaran, penjualan dan promosi.
k.      Menciptakan konsep dasar, kerangka dan prosedur departemental berdasarkan kebutuhan dan konsep yang diajukan oleh departemen pemasaran, penjualan dan promosi.
l.        Memastikan dan mengawasi aplikasi dari setiap aspek organisasi, penerima motivasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi, menyatu dengan sasaran strategi perusahaan dan memberikan sumbangan terhadap berhasilnya pencapaian sasaran-sasaran.
m.    Membuat, menyusun dan menetapkan rencana kerja dan pelaporan
n.      Memelihara sistem pertanggungjawaban guna kepentingan perusahaan.
o.      Memelihara sistem pertanggungjawaban perusahaan guna kepentingan manajemen pemasaran, penjualan dan promosi dalam pemeriksaan pengeluaran oleh perusahaan.

2. Job Specification
a.       Pendidikan: Perguruan Tinggi (S-1)
b.      Pengalaman: Minimal 1 (satu) tahun dalam bidangnya.
c.       Kemampuan:
1)      Mampu menguasai dasar-dasar ilmu pemasaran, penjualan, promosi, advertising, administrasi, entertainment, perfilman, broadcasting, photography, keuangan, urusan umum, komputer dan pembukuan.
2)      Dapat membuat, menyusun dan mengerjakan konsep dan kerangka kerja yang berhubungan dengan penjadwalan, aplikasi, pengawasan dan pengembangan.
3)      Mampu merencanakan, mengadakan dan mengatur negosiasi dengan pihak-pihak lain.
4)      Mampu dan aktif berbahasa Inggris
d.      Kecekatan dan Kecermatan: Dapat memprediksi dan mengestimasi variabel resiko dan peluang.
e.       Kepemimpinan: Dapat memimpin bawahan dengan baik dalam rangka melaksanakan pekerjaannya.
f.       Prakarsa: Memiliki prakarsa yang berkaitan dengan tugas terhadap bawahannya.
g.      Analisa: Memiliki kemampuan menganalisa kinerja pemasaran, penjualan dan promosi dengan baik dalam rangka pelaksanaan tugas dan pengawasan



Minggu, 06 November 2016

Tugas 2: Pengertian Job Description dan Job Specification



Nama       :     Vinda Tifani Putri
NPM        :     1C514065
Kelas        :     3PA13

Pengertian Job Description dan Job Specification

Job Description atau Deskripsi Pekerjaan adalah pernyataan tertulis mengenai tugas, tanggung jawab, hubungan pelaporan, kondisi pekerjaan, metode dan teknik, serta bahan dan peralatan yang di gunakan untuk melakukan suatu pekerjaan. Deskripsi pekerjaan berorientasi pada hasil menjelaskan pekerjaan dan tugas yang harus dikerjakan oleh orang yang akan mengisi posisi tersebut.

Job Specification atau Spesifikasi Pekerjaan adalah suatu pernyataan tertulis mengenai kualifikasi dan karakteristik yang di butuhkan untuk pekerjaan menurut pendidikan, keterampilan, dan pengalaman. Spesifikasi tersebut menunjukan kualifikasi orang yangakan direkrut dan menetapkan standar yang harus dipenuhi pelamar agar dapat direkrut.

Job Description dan Job Specification Pada Pekerjaan

A.    Store Operation
1. Job Description
  1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi seluruh pelaksanaan operasional perusahaan.
  2. Membuat standar perusahaan mengenai semua proses operasional, produksi, proyek dan kualitas hasil produksi.
  3. Membuat stategi dalam pemenuhan target perusahaan dan cara mencapai target tersebut.
  4. Membantu tugas-tugas direktur utama.
  5. Mengecek, mengawasi dan menentukan semua kebutuhan dalam proses operasional perusahaan.
  6. Merencanakan, menentukan, mengawasi, mengambil keputusan dan mengkoordinasi dalam hal keuangan untuk kebutuhan operasional perusahaan.
  7. Mengawasi seluruh karyawan apakah tugas yang dilakukan sesuai dengan standar operasional perusahaan.
  8. Bertanggung jawab pada pengembangan kualitas produk ataupun karyawan.
  9. Membuat laporan kegiatan untuk diberikan kepada direktur utama.
  10. Bertanggung jawab pada proses operasional, produksi, proyek dan kualitas hasil produksi.

2. Job Specification
  1. Berperilaku baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana
  2. Menguasai ilmu-ilmu dasar administrasi, keuangan, pembukuan dan urusan umum
  3. Dapat berkomunikasi dengan baik
  4. Mampu berbahasa asing
  5. Memiliki jiwa pemimpin
  6. Dapat memperkirakan dan memprediksi peluang dan resiko dalam bekerja
  7. Bijaksana, sabar, teliti, tegas dan jujur
  8. Dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
  9. Dapat menjadi panutan dan menginspirasi bawahannya

Daftar Pustaka:
Zimmerer, T. W., Scarborough, N. M., & Wilson, D,. (2008). Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Kecil. Jakarta: Salemba Empat.

Senin, 03 Oktober 2016

Tugas 1: Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan

Nama   :          Vinda Tifani Putri
NPM   :           1C514065
Kelas   :           3 PA 13

1.        Apa yang dimaksud dengan Sumber Daya Manusia?
-          Menurut Hasibuan (2003:244)
Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan pretasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Jadi, menurut Saya Sumber Daya Manusia adalah potensi yang di miliki pada individu berupa fisik, mental dan logika (pikiran) yang mampu memberi sumbangan pencapaian.

2.        Aktivitas apa yang dilakukan Sumber Daya Manusia?
-          Menurut Saya
Aktivitas Sumber Daya Manusia adalah:
1.      Meningkatkan kinerja organisasi.
2.      Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
3.      Terlibat dalam perencanaan strategis.
4.      Mempunyai kemampuan beradaptasi pada perubahan.

3.        Apa itu Kepemimpinan?
-          Menurut A.M. Kadarman, Sj dan Jusuf Udaya
Kepemimpinan didefinisikan sebagai seni atau proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka mau berusaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai kelompok (Kadarman et.al, 1992:110).
Jadi, menurut Saya Kepemimpinan adalah sifat bijaksana yang dimiliki oleh individu dalam suatu organisasi dengan cara yang mampu mempengaruhi dan mengarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

4.        Apa manfaat Kepemimpinan bagi Sumber Daya Manusia?
-          Menurut Saya
Manfaat Kepemimpinan bagi Sumber Daya Manusia adalah:
1.      Dapat mengarahkan potensi yang di miliki pada SDM untuk memberi sumbangan pencapaian tujuan tertentu.
2.      Dapat melakukan pengawasan terhadap pengembangan diri pada SDM itu sendiri.
3.      Dapat mempengaruhi semangat kerja pada SDM.
4.  Mampu membuat SDM bersifat bijaksana dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
5.      Mampu menghargai keragaman budaya dan sikap dalam organisasi.
6.      Berperan dalam pengambilan keputusan dalam suatu masalah.


Daftar Pustaka:

Lutfy, Rifki Mohammad. 2015. Pengaruh Pelatihan ISO 9001:2008 Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT Spectra Samudra Line Jakarta. Skripsi Program Studi Manajemen.
Stiawan, Budhi., Eddy Madiono. 2000. Peranan Gaya Kepemimpinan yang Efektif dalam Upaya Meningkatkan Semangat Kegairahan Kerja Karyawan di Toserba Sinar Mas Sidoarjo. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 2, No. 2.

Senin, 20 Juni 2016

Kasus Kesehatan Mental

1. Analisis kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental yang terjadi di Indonesia dan kaitannya dengan teori Psikologi.

Masyarakat Terbelenggu Stres
(Kesehatan Jiwa Disepelekan)

JAKARTA, KOMPAS — Tekanan ekonomi, beban pekerjaan, tata kota yang buruk, hingga penyakit kronis yang diderita membuat masyarakat stres. Padahal, stres bisa memengaruhi produktivitas, meningkatkan keparahan penyakit, hingga memunculkan gangguan sosial. Namun, persoalan mental emosional itu masih disepelekan.
Faktanya, gangguan mental emosional berupa stres, kecemasan, dan depresi bukan monopoli masyarakat kota. Mereka yang tinggal di desa, kota kecil, hingga pulau terluar pun banyak yang mengalaminya.
”Masyarakat di kota besar stres karena menghadapi beban dan tuntutan kerja, sedangkan di kota kecil karena persoalan ekonomi, seperti kemiskinan atau sulitnya mencari kerja,” kata Direktur Bina Upaya Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Eka Viora di Jakarta, Rabu (20/5).
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan, 6 persen masyarakat Indonesia yang berumur lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Prevalensi tertinggi penderita gangguan di Sulawesi Tengah, sebesar 11,6 persen.
Namun, penderita gangguan mental emosional justru banyak terdapat di kota kecil dan daerah terluar, seperti Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sebesar 37,1 persen dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebesar 22,3 persen. Warga kota dengan prevalensi cukup tinggi ada di Kota Bogor, Jawa Barat, sebesar 28,1 persen.
Mereka yang rentan mengalami gangguan mental emosional adalah orangtua, perempuan, berpendidikan dan berpenghasilan rendah, dan tinggal di kota.
Meski demikian, Riskesdas tidak menjelaskan penyebab stres dan depresi yang dialami masyarakat. Namun, Eka menilai faktor risiko pemicu munculnya gangguan mental emosional itu, baik di kota maupun desa, sama. Namun, persoalannya berbeda.
Stres muncul akibat adanya tekanan atau beban hidup. Stres menjadi kecemasan jika apa yang dikhawatirkan belum terjadi dan menjadi depresi jika ”bencana” yang ditakutkan sudah terjadi. Munculnya stres biasanya ditandai dengan gangguan tidur, mudah terkejut, cemas berlebihan, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, hingga gangguan fisik seperti sakit perut dan diare.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Danardi Sosrosumihardjo mengatakan, stres bisa menjadi cemas atau depresi sangat bergantung pada daya tahan seseorang menghadapi tekanan dan besarnya tekanan yang terjadi. Daya tahan itu dipengaruhi faktor genetika, pola asuh, kualitas gizi, kondisi lingkungan, hingga sistem pendidikan. ”Mau tinggal di mana saja kalau mekanisme pertahanan dirinya kurang kokoh, tetap akan mudah mengalami gangguan mental emosional,” katanya.
Analisa menggunakan teori Psikologi:
Pada kasus di atas dapat menggunakan analisa kasus dengan teori Psikoanalisa, karena sesuai dengan adanya permasalahan yang terdapat pada kasus stres tersebut.
Teori ini menekankan pengaruh kecemasan, hasrat, motivasi dalam pemikiran, perilaku yang tidak disadari, dan perkembangan sifat-sifat kepribadian serta masalah-masalah psikologi yang tidak tersalurkan. Hasil dari belajar dapat mengatasi tekanan dan kecemasan. Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.
Jadi kesimpulan dari analisa kasus di atas adalah Tekanan ekonomi, beban pekerjaan, tata kota yang buruk, hingga penyakit kronis yang diderita membuat masyarakat stres. Namun, persoalan mental emosional itu masih disepelekan. Stres muncul akibat adanya tekanan atau beban hidup. Stres menjadi kecemasan jika apa yang dikhawatirkan belum terjadi dan menjadi depresi jika ”bencana” yang ditakutkan sudah terjadi. Mereka yang rentan mengalami gangguan mental emosional adalah orangtua, perempuan, berpendidikan/berpenghasilan rendah, dan tinggal di kota. Semua dapat terjadi karena adanya dorongan dasar yang memiliki desakan dan bersumber pada bagian tubuh yang mengalami ketegangan. Dorongan bekerja sebagai tekanan motivasional yang konstan sebagai stimulus internal karena seseorang tak bisa menghindar.
2. Pandangan-pandangan atau pemahaman terkait dengan kesadaran akan Kesehatan Mental pada masyarakat di Indonesia dan Masukan untuk meningkatkan kesadaran akan Kesehatan Mental di Indonesia.
Pandangan:
Menurut pandangan saya, tingkat kesadaran akan kesehatan mental pada masyarakat Indonesia masih sangat kurang bahkan peran pemerintah pun masih kurang pada penderita penyakit mental. Para penyandang penyakit mental di Indonesia masih diperlakukan buruk dengan tidak sebagaimana mereka seharusnya diperlakukan dengan baik, para penyandang penyakit mental tak jarang mengalami hal yang traumatis dalam hidupnya saat menjalani penghidupan yang seharusnya butuh keprihatinan dan perhatian dari orang sekitar. Banyak penyandang penyakit mental yang dipasung agar tidak mengganggu orang sekitarnya dan menghindari pandangan buruk orang sekitar terhadap keluarga si penyandang mental tersebut.
Masukan:
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Kesehatan Mental yang banyak terjadi  di Indonesia, sebagai masyarakat yang peduli akan sesama berkerja sama dengan pemerintah untuk harus lebih memerhatikan keadaan lingkungan masyarakat dan diadakannya sosialisasi peduli sesama pada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental. Dengan diadakannya sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat lebih bisa menghargai kesehatan pada diri sendiri maupun diri orang lain di sekitarnya.