Senin, 03 Oktober 2016

Tugas 1: Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan

Nama   :          Vinda Tifani Putri
NPM   :           1C514065
Kelas   :           3 PA 13

1.        Apa yang dimaksud dengan Sumber Daya Manusia?
-          Menurut Hasibuan (2003:244)
Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu. Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan pretasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Jadi, menurut Saya Sumber Daya Manusia adalah potensi yang di miliki pada individu berupa fisik, mental dan logika (pikiran) yang mampu memberi sumbangan pencapaian.

2.        Aktivitas apa yang dilakukan Sumber Daya Manusia?
-          Menurut Saya
Aktivitas Sumber Daya Manusia adalah:
1.      Meningkatkan kinerja organisasi.
2.      Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.
3.      Terlibat dalam perencanaan strategis.
4.      Mempunyai kemampuan beradaptasi pada perubahan.

3.        Apa itu Kepemimpinan?
-          Menurut A.M. Kadarman, Sj dan Jusuf Udaya
Kepemimpinan didefinisikan sebagai seni atau proses untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar mereka mau berusaha untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai kelompok (Kadarman et.al, 1992:110).
Jadi, menurut Saya Kepemimpinan adalah sifat bijaksana yang dimiliki oleh individu dalam suatu organisasi dengan cara yang mampu mempengaruhi dan mengarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.

4.        Apa manfaat Kepemimpinan bagi Sumber Daya Manusia?
-          Menurut Saya
Manfaat Kepemimpinan bagi Sumber Daya Manusia adalah:
1.      Dapat mengarahkan potensi yang di miliki pada SDM untuk memberi sumbangan pencapaian tujuan tertentu.
2.      Dapat melakukan pengawasan terhadap pengembangan diri pada SDM itu sendiri.
3.      Dapat mempengaruhi semangat kerja pada SDM.
4.  Mampu membuat SDM bersifat bijaksana dalam organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
5.      Mampu menghargai keragaman budaya dan sikap dalam organisasi.
6.      Berperan dalam pengambilan keputusan dalam suatu masalah.


Daftar Pustaka:

Lutfy, Rifki Mohammad. 2015. Pengaruh Pelatihan ISO 9001:2008 Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT Spectra Samudra Line Jakarta. Skripsi Program Studi Manajemen.
Stiawan, Budhi., Eddy Madiono. 2000. Peranan Gaya Kepemimpinan yang Efektif dalam Upaya Meningkatkan Semangat Kegairahan Kerja Karyawan di Toserba Sinar Mas Sidoarjo. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol. 2, No. 2.

Senin, 20 Juni 2016

Kasus Kesehatan Mental

1. Analisis kasus yang berkaitan dengan kesehatan mental yang terjadi di Indonesia dan kaitannya dengan teori Psikologi.

Masyarakat Terbelenggu Stres
(Kesehatan Jiwa Disepelekan)

JAKARTA, KOMPAS — Tekanan ekonomi, beban pekerjaan, tata kota yang buruk, hingga penyakit kronis yang diderita membuat masyarakat stres. Padahal, stres bisa memengaruhi produktivitas, meningkatkan keparahan penyakit, hingga memunculkan gangguan sosial. Namun, persoalan mental emosional itu masih disepelekan.
Faktanya, gangguan mental emosional berupa stres, kecemasan, dan depresi bukan monopoli masyarakat kota. Mereka yang tinggal di desa, kota kecil, hingga pulau terluar pun banyak yang mengalaminya.
”Masyarakat di kota besar stres karena menghadapi beban dan tuntutan kerja, sedangkan di kota kecil karena persoalan ekonomi, seperti kemiskinan atau sulitnya mencari kerja,” kata Direktur Bina Upaya Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Eka Viora di Jakarta, Rabu (20/5).
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan, 6 persen masyarakat Indonesia yang berumur lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Prevalensi tertinggi penderita gangguan di Sulawesi Tengah, sebesar 11,6 persen.
Namun, penderita gangguan mental emosional justru banyak terdapat di kota kecil dan daerah terluar, seperti Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sebesar 37,1 persen dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebesar 22,3 persen. Warga kota dengan prevalensi cukup tinggi ada di Kota Bogor, Jawa Barat, sebesar 28,1 persen.
Mereka yang rentan mengalami gangguan mental emosional adalah orangtua, perempuan, berpendidikan dan berpenghasilan rendah, dan tinggal di kota.
Meski demikian, Riskesdas tidak menjelaskan penyebab stres dan depresi yang dialami masyarakat. Namun, Eka menilai faktor risiko pemicu munculnya gangguan mental emosional itu, baik di kota maupun desa, sama. Namun, persoalannya berbeda.
Stres muncul akibat adanya tekanan atau beban hidup. Stres menjadi kecemasan jika apa yang dikhawatirkan belum terjadi dan menjadi depresi jika ”bencana” yang ditakutkan sudah terjadi. Munculnya stres biasanya ditandai dengan gangguan tidur, mudah terkejut, cemas berlebihan, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, hingga gangguan fisik seperti sakit perut dan diare.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Danardi Sosrosumihardjo mengatakan, stres bisa menjadi cemas atau depresi sangat bergantung pada daya tahan seseorang menghadapi tekanan dan besarnya tekanan yang terjadi. Daya tahan itu dipengaruhi faktor genetika, pola asuh, kualitas gizi, kondisi lingkungan, hingga sistem pendidikan. ”Mau tinggal di mana saja kalau mekanisme pertahanan dirinya kurang kokoh, tetap akan mudah mengalami gangguan mental emosional,” katanya.
Analisa menggunakan teori Psikologi:
Pada kasus di atas dapat menggunakan analisa kasus dengan teori Psikoanalisa, karena sesuai dengan adanya permasalahan yang terdapat pada kasus stres tersebut.
Teori ini menekankan pengaruh kecemasan, hasrat, motivasi dalam pemikiran, perilaku yang tidak disadari, dan perkembangan sifat-sifat kepribadian serta masalah-masalah psikologi yang tidak tersalurkan. Hasil dari belajar dapat mengatasi tekanan dan kecemasan. Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.
Jadi kesimpulan dari analisa kasus di atas adalah Tekanan ekonomi, beban pekerjaan, tata kota yang buruk, hingga penyakit kronis yang diderita membuat masyarakat stres. Namun, persoalan mental emosional itu masih disepelekan. Stres muncul akibat adanya tekanan atau beban hidup. Stres menjadi kecemasan jika apa yang dikhawatirkan belum terjadi dan menjadi depresi jika ”bencana” yang ditakutkan sudah terjadi. Mereka yang rentan mengalami gangguan mental emosional adalah orangtua, perempuan, berpendidikan/berpenghasilan rendah, dan tinggal di kota. Semua dapat terjadi karena adanya dorongan dasar yang memiliki desakan dan bersumber pada bagian tubuh yang mengalami ketegangan. Dorongan bekerja sebagai tekanan motivasional yang konstan sebagai stimulus internal karena seseorang tak bisa menghindar.
2. Pandangan-pandangan atau pemahaman terkait dengan kesadaran akan Kesehatan Mental pada masyarakat di Indonesia dan Masukan untuk meningkatkan kesadaran akan Kesehatan Mental di Indonesia.
Pandangan:
Menurut pandangan saya, tingkat kesadaran akan kesehatan mental pada masyarakat Indonesia masih sangat kurang bahkan peran pemerintah pun masih kurang pada penderita penyakit mental. Para penyandang penyakit mental di Indonesia masih diperlakukan buruk dengan tidak sebagaimana mereka seharusnya diperlakukan dengan baik, para penyandang penyakit mental tak jarang mengalami hal yang traumatis dalam hidupnya saat menjalani penghidupan yang seharusnya butuh keprihatinan dan perhatian dari orang sekitar. Banyak penyandang penyakit mental yang dipasung agar tidak mengganggu orang sekitarnya dan menghindari pandangan buruk orang sekitar terhadap keluarga si penyandang mental tersebut.
Masukan:
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Kesehatan Mental yang banyak terjadi  di Indonesia, sebagai masyarakat yang peduli akan sesama berkerja sama dengan pemerintah untuk harus lebih memerhatikan keadaan lingkungan masyarakat dan diadakannya sosialisasi peduli sesama pada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan mental. Dengan diadakannya sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat lebih bisa menghargai kesehatan pada diri sendiri maupun diri orang lain di sekitarnya.

Jumat, 08 April 2016

Gangguan Dalam Psikologi

Gangguan Makan:
BULIMIA

   Penderita bulimia nervosa makan dalam jumlah yang berlebihan rata-rata mengonsumsi 3.400 kalori setiap ¼ jam, padahal kebutuhan normal hanya 2.000-3.000 kalori per hari. Kemudian berusaha keras mengeluarkan kembali apa yang telah dimakannya, dengan cara memuntahkannya kembali atau dengan menggunakan obat pencahar. Kegiatan makan yang berlebihan biasanya disertai dengan akivitas olahraga yang berlebihan.
Biasanya penderita tidak langsung ketahuan oleh orang lain bahwa menderita penyakit bulimia, karena berat adannya normal dan tidak terlalu kurus. Karena tidak ketahuan menyebabkan gangguan bulimia jarang ditangani dokter. Penyakit bulimia berawal ketika masih berusia remaja ini dapat berlangsung terus sampai usia 40-an. Banyak penderita bulimia memiliki berat badan yang normal dan kelihatan tidak ada masalah yang berarti dalam hidupnya. Mereka kelihatan sebagai orang-orang sehat, sukses dibidangnya, dan cenderung perfeksionis.
Namun kenyataannya mereka memiliki rasa percaya diri yang rendah dan mengalami depresi. Penderitanya menunjukkan perilaku kompulsif, misalnya mengutil, ketergantungan alkohol dan sebagainya.
1.   PENGERTIAN BULIMIA
Bulimia berasal dari bahasa Yunani yang berarti lapar seperti sapi jantan. Gangguan ini mencakup episode konsumsi sejumlah besar makanan secara cepat, diikuti dengan perilaku kompensatori, seperti muntah, puasa atau olahraga berlebihan, untuk mencegah terjadinya berat badan bertambah.
Seseorang dikatakan mengalami bulimia nervosa adalah jika dia mengalami perilaku berulang-ulang makan dalam jumlah sangat banyak (rata-rata dua kali dalam seminggu kurun waktu tiga bulan) dan merasa sulit mengontrol diri saat makan. Secara teratur meggunakan obat-obatan untuk mencegah berat badannya naik, seperti obat perangsang muntah, obat pencahar berpuasa atau berdiet ketat, atau berolahraga berlebihan. Penderita bulimia sangat mencemaskan bentuk dan berat badannya.
Bulimia ditandai dengan kebiasaan makan banyak, lalu dikompensasi secara ekstrem, seperti memaksa diri muntah atau olahraga secara intens. Misal, penderitanya suka berpesta pora menyantap makanan kesukaan, lalu besok pagi berangkat ke pusat kebugaran berolahraga hingga lemas. Penderita bulimia mungkin mengalami fluktuasi berat badan, tetapi jarang sampai kurus seperti penderita anoreksia. Mereka memiliki berat badan normal atau bahkan gemuk. Untuk dapat di diagnosis bulimia, seseorang harus makan banyak dan membersihkan dirinya secara teratur, minimal dua kali seminggu selama beberapa bulan, mencakup episode konsumsi sejumlah besar makanan secara cepat, diikuti dengan perilaku kompensatori, seperti muntah, puasa, atau olahraga berlebihan, untuk mencegah terjadinya berat badan bertambah.
DSM-IV-TR (2000), mendefinisikan bahwa bulimia berawal dari makan-makanan secara berlebih-lebihan. Pada bulimia, makan berlebihan dilakukan secara diam-diam yang dipacu oleh stres dan berbagai emosi negatif hingga orang yang bersangkutan merasa sangat kekenyangan. Setelah seselsai makan berlebihan, rasa jijik, rasa tidak nyaman, dan takut bila berat badan bertambah memicu tahap kedua bulimia nervosa, pengurasan untuk menghilangkan efek asupan kalori. Paling sering adalah cara memasukkan jari-jari ke dalam tenggorokan agar tersedak.
Perubahan fisik pada bulimia nervosa seperti halnya anoreksia nervosa, bulimia terkait dengan beberapa efek samping pada fisik. Meskipun lebih jarang dari pada anoreksia, menstruasi tidak teratur, termasuk amenorea, dapat terjadi meskipun para pasien bulimia biasanya memiliki indeks massa tubuh dan IMT.
Davidson, Neale, Kring, dan Ann M. (2000), mengatakan bahwa tanda-tanda seseorang terkena bukimia adalah adanya rasa ketakutan pada kegemukan dan sangat senang dengan ukuran dan bentuk tubuh sendiri, membuat alasan pergi ke kamar mandi setelah makan, hanya makan rendah kalori, berpuasa atau diet di luar saat pesta pora, berolahraga berlebihan, selalu menggunakan obat-obat pencahat atau diuretik dan menarik diri dari kegiatan sosial, terutama pesta atau pertemuan yang melibatkan makanan.
2.    TERAPI GANGGUAN MAKAN BULIMIA
Davidson, Neale, Kring, dan Ann M. (2000), mengatakan bahwa penanganan gangguan makan terkadang harus melibatkan perawatan rumah sakit yang kadang dijalani dengan terpaksa, sering kali diperlukan untuk menangani pasien bulimia agar asupan makanan pasien dapat ditinggalkan secara bertahap dan dipantau dengan teliti. Pada bulimia, perlu diberikan intervensi biologis dan psikologis.
a.      Penanganan Biologis
Karena bulimia nervosa sering kali berkombinasi dengan depresi, maka penanganan angguan bulimia melibatkan obat0obat antidepresan. Fluoksetin lebih memberikan hasil dibandingkan dengan plasebo untuk mengurangi makan berlebihan dan muntah, juga mengurangi depresi dan sikap yang menyimpang terhadap makanan dan makan. Sayangnya, hal ini tidak terlalu berhasil. Hanya memulihkan berat badan tanpa mengurangi gejala-gejala psikologis.     
b.     Penanganan Psikologis Bulimia
Pendekatan terapi perilaku kognitif (CBT-cognitive) dari Fairburn merupakan standar penanganan bulimia yang paling baik tervalidasi paling baik dan paling terkini. Klien didorong untuk mempertanyakan berbagai standar masyarakat terkait dengan daya tarik fisik dan mengubah keyakinan yang mendorong mereka melaparkan diri guna mencegah bertambahnya berat badan.


Daftar Pustaka:

Pieter, Herry Zan. dkk.(2011). Pengantar Psikopatologi untuk Keperawatan. Jakarta: Kencana

Jumat, 20 November 2015

Pengaruh Teknologi Internet bagi Perkembangan Anak

Internet sangat banyak manfaat bagi para penggunanya. Baik dengan individu dewasa maupun individu dibawah umur atau anak-anak. Kegunaannya sangat luas, baik untuk pekerjaan, hiburan maupun sebagai ajang untung mencari informasi maupun memperluas jaringan pertemanan.
Perkembangan teknologi memang tidak bisa di cegah atau pun di hindari. Peralihan zaman sudah sewajar nya mengalami perkembangan, tetapi memberi keleluasaan pada anak akan kemudahan teknologi juga bisa berdampak buruk bagi pertumbuhan mereka. Masa kanak-kanak adalah masa pencarian jati diri dan penyesuaian terhadap lingkungan.
Pada masa kanak-kanak aktifitas di luar rumah pun semakin berkurang, sehingga anak akan mengalami ketergantungan terhadap teknologi dan kesadaran terhadap lingkungan semakin hilang.
Dampak-dampak Negatif teknologi bagi perkembangan anak, adalah :
1. Anti sosial
2. Kurang empati
3. Antipati lingkungan/ala,.
4. Perilaku konsumtif
5. Krisis akhlak & moral
Dampak-dampak Positif teknologi bagi perkembangan anak, adalah:
1.    Mengembangkan kreativitas
2.    Imajinasi anak akan lebih berkembang
3.    Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
4.    Sumber Informasi tidak memakai buku saja tapi juga Internet 
5.    Anak dapat menyelesaikan tugas sekolah lebih cepat dan mudah

Oleh karena itu, pendidik dan orang tua perlu memiliki pengetahuan yang cukup banyak tentang internet agar dapat membentengi anak di rumah maupun di sekolah dari dampak negatif penggunaan internet. Banyak cara yang dapat dilakukan orang pendidik dan orang tua untuk menambah pemahaman dan pengetahuan mereka tentang dunia maya ini. Salah satu caranya adalah dengan ikut terlibat menjadi pengguna internet. Dengan cara ini pendidik dan orang tua dapat mengetahui hal-hal yang baik dan tidak baik dari situs-situs internet untuk konsumsi anak-anak. Sebaiknya pendidik dan orang tua tidak gaptek (gagap teknologi) hingga bisa dibodohi oleh anak mereka.

Jumat, 23 Oktober 2015

Hubungan Psikologi dangan Teknologi Internet

Di zaman modernisasi seperti saat ini, kehidupan manusia tidak lepas dari pengaruh teknologi internet. Manfaat internet bagi manusia memang sangat penting dan cukup membantu dalam melakukan hal dalam waktu yang terbilang cepat, tidak hanya untuk meringankan banyak pekerjaan namun juga untuk menambah pengetahuan, menjadi tempat hiburan, penambah penghasilan, memperluas pergaulan, dan lain-lain.

Menghabiskan banyak waktu di depan komputer dan internet, bagi beberapa orang tidak menjadi masalah, akan tetapi bila muncul-muncul permasalahan yang berlanjut dalam kehidupan nyata selama penggunaan komputer dan internet secara berlebihan maka kemungkinannya ada gangguan adiktif. Bila permasalahan nyata dalam kehidupan muncul seperti terjadi penolakan dari orang lain, pekerjaan, atau hal lain dalam tugas-tugas, atau menjadi ketidakseimbangan antara kehidupan nyata maka dapat dipastikan individu seperti ini mengalami perilaku kencanduan kompulsif terhadap komputer dan internet, yaitu:
1. Makan menjadi tidak teratur
2. Tidur menjadi tidak teratur
3. Kelelahan fisik
4. Kegagalan dalam mengatur waktu
5. Kegagalan dalam menyelesaikan tugas
6. Kegagalan dalam pendidikan atau pekerjaan
7. Kegagalan dalam perkawinan atau menjalin hubungan
8. Gangguan psikologis

Dalam psikologi itu sendiri sangat erat kaitannya antara bidang psikologi dengan teknologi internet karena, semua informasi tentang psikologi atau hal-hal yang menyangkut psikologi sekarang dapat diakses melalui internet. Internet juga dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam meneliti hasil dari tes-tes yang telah dilaksanakan di komputer dan membuat waktu lebih efisien.


Seorang psikiater dari New York University, Dr. Joel Gold, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.

Minggu, 28 Juni 2015

Teori Psikoanalisis dalam Sebuah Film

Black Swan

Pemain    :



  • Nina Sayers (Natalie Portman)
  • Thomas Leroy (Vincent Cassel)
  • Beth MacIntyre (Winona Ryder)
  • Lili (Milla Kunis)


Sutradara: Darren Aronofsky

Genre      : Thriller Psikologis

Rilis        : 3 Desember 2010

Durasi     : 108 menit



Dalam film karya Darren Aronofsky mengisahkan mengenai seorang ballerina muda bernama Nina Sayers yang ingin mendapatkan peran menjadi swan queen dalam pementasan swan lake. Film ini diproduksi oleh Fox Search light Pictures. Semua orang punya sisi gelap dan terang walaupun biasanya hanya salah satu dari sisi itu yang dominan. Nina (Natalie Portman punya sisi terang yang lebih dominan namun pada saat dalam keadaan terancam, sisi gelap Nina mulai muncul. Masalahnya, apakah Nina sudah siap berhadapan dengan sisi gelap yang selama ini tidak pernah ia ketahui? Seperti juga Erica (Barbara Hershey), ibunya, Nina adalah seorang penari balet yang berbakat. Seluruh hidup Nina didedikasikan pada tari balet dan ia hampir tak punya waktu untuk melakukan aktivitas lain. Saat Thomas Leroy (Vincent Cassel), sutradara pementasan tari balet, memutuskan untuk mencari bakat baru untuk pementasan Swan Lake, Nina yang terpilih. Sayangnya, disaat yang sama Nina juga menghadapi kompetisi dari seorang penari bernama Lily (Mila Kunis) yang juga punya peluang menjadi karakter utama dalam Swan Lake. Tokoh utama Swan Lake harus mampu memerankan karakter yang lugu dan anggun namun sekaligus sensual. Nina mampu memerankan karakter yang lugu tapi saat harus tampil sensual, Lily sepertinya lebih pas. Karena tak ingin kesempatan ini diambil oleh Lily, Nina pun berusaha dengan segala cara untuk menggali sisi gelap dirinya yang tak pernah tersentuh. Celakanya saat sisi gelap itu mulai muncul, Nina juga mulai menghadapi kesulitan mengendalikan sisi gelap ini.



-Menurut Teori Psikoanalisis Klasik Sigmund Freud

Secara taksadar Nina Portmann pemeran utama dalam film Black Swan, ia melukai tubuhnya sendiri dengan menggaruki tubuhnya. Dalam teori Freud bahwa kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), prasadar (preconscious), dan taksadar (unconscious). Tokoh Nina dalam film Black Swan secara tak sadar melukai tubuhnya dari menggaruki punggung hingga diakhir cerita ia secara tak sadar melukai tubuhnya sendiri dengan menusukkan sebuah pecahan kaca kedalam tubuhnya. Keseimbangan antara id, ego dan superego belum terlihat pada bagian Nina yang menginginkan peran sebagai Swan Lake berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan peran itu dengan berbagai cara yaitu dengan menyingkirkan Beth, balerina yang telah lama berkecimpung dalam dunia balet. Pada defense mechanism dari Freud sendiri, Nina melakukan introyeksi, ia berusaha mengembangkan superego dengan mengadopsi nilai-nilai yang dimiliki ibunya, yakni dengan menjadi balerina. Nina juga melakukan identifikasi sesuai dengan keinginan Thomas Leroy (Vincent Cassel), sutradara pementasan tari balet. Nina berusaha mereduksi tegangan dengan berusaha mengidentifikasikan dirinya seperti Beth balerina terdahulu yang didapuk menjadi peran utama dan dengan mendapat peran menjadi Swan Lake Nina akan terpuaskan hasratnya.



-Trailer

 



Minggu, 19 April 2015

Video Softskill Peng. Kreativitas & Keberbakat




Nama Ketua:
  • Intan Nurul Primanisa
Nama Anggota:
  • Bunga Anggrit Septyana
  • Salma Loversa
  • Siti Annisa Nur K.P.B
  • Vinda Tifani Putri
Kelas: